Arsip:

SDG 4 : PENDIDIKAN BERKUALITAS

Workshop Penulisan dan Motivasi: Dorong Mahasiswa Doktor Berkarya

Yogyakarta, 16 Juli 2024 – Program Studi Doktor Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar “Workshop Penulisan dan Motivasi untuk Mahasiswa Doktor” bertempat di Ruang A106 FMIPA UGM. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penulisan ilmiah dan memberikan motivasi kepada mahasiswa doktor dalam mencapai kesuksesan akademik dan karir pasca lulus.

Workshop ini diawali dengan registrasi dan sambutan dari Prof. Dr. Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng. selaku Ketua Departemen Fisika. Selanjutnya, Ketua Program Studi Doktor Fisika UGM, Prof. Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc., memaparkan materi keprodian terkait dengan skema studi hingga disertasi, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Setelah sesi coffee break, materi pertama yang bertema “Strategi Penulisan Karya Ilmiah” disampaikan oleh Dr. Riris Istighfari Jenie, M.Si., Apt. Dr. Riris memberikan langkah dan tips penulisan manuskrip artikel ilmiah yang baik dan benar. Beliau juga turut memaparkan struktur publikasi ilmiah, tantangan, hingga strategi yang harus dipersiapkan based on experience. Para peserta antusias dalam berdiskusi di sesi tanya jawab.

Memasuki materi kedua, I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D. menyampaikan materi yang bertema “Strategi dan Motivasi Mahasiswa Doktor untuk Mencapai Kesuksesan Akademik dan Karir Pasca Lulus”. Beliau mengemas perjalanan jenjang pendidikan doktor menjadi alegori yang menarik. 

Dengan Ph.D, Anda berkontribusi sehingga lingkaran pengetahuan manusia berubah. Itulah yang disebut dengan Novelty. Anda melihat dunia pengetahuan telah berkembang signifikan”, tutur I Made Andi.

Tak hanya itu, beliau juga sharing seputar 10 tips dalam memenangkan kehidupan akademik dan karier profesional setelah doktor. Pada materi kedua ini juga diikuti dengan sesi tanya jawab yang cukup interaktif.

Setelahnya, Program Studi Doktor Fisika UGM menghadirkan Dr. Dwi Nugraheni Rositawati yang berbagi pengalaman dan wawasan dari perjalanan akademiknya pada sesi alumni. Dr. Dwi Nugraheni membagikan berbagai proses optimasi dalam menempuh studi S3 yang dikemas dalam 3 fase, yaitu fase awal, fase tengah, dan fase akhir.

Menandai berakhirnya rangkaian acara yang penuh dengan pembelajaran dan inspirasi, kegiatan ini ditutup dengan foto bersama. Workshop ini mendukung beberapa pilar SDG dengan memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar bagi semua. Melalui peningkatan kompetensi penulisan ilmiah dan motivasi akademik, workshop ini membantu mahasiswa doktor dalam mencapai prestasi akademik yang lebih baik. Tentunya, workshop ini mendorong inovasi dan penelitian yang dapat berkontribusi pada pengembangan industri dan infrastruktur yang berkelanjutan. Para peserta diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang relevan dan bermanfaat untuk kemajuan teknologi dan industri. Kegiatan ini juga mencerminkan kemitraan yang kuat antara dosen, alumni, dan mahasiswa dalam upaya mencapai tujuan bersama dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian.

Penulis: Rafida Salma Rahmawati

Foto: Rafida Salma Rahmawati

Road Show: Mengenal Program Pascasarjana Fisika UGM Lebih Dekat

Rabu, 12 Juni 2024, Departemen Fisika UGM bersama Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Fisika (HMPF) kembali menggelar webinar untuk mengenal lebih dekat seputar program pascasarjana Fisika. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring via Zoom Meeting ini diikuti oleh sekitar 60 peserta dan dibersamai oleh pembicara yang expert di bidangnya.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pemaparan dari Prof. Dr. Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng. selaku Ketua Departemen Fisika, dilanjutkan dengan pemaparan terkait program studi oleh ketua program studi magister dan doktor. Pada sesi ini, peserta diberikan gambaran menyeluruh tentang program studi terkait informasi akademik, seperti kurikulum, rencana studi, peluang penelitian, Double-Degree Program (DDP) hingga informasi beasiswa (khusus magister).

Mahasiswa serta alumni program pascasarjana turut hadir dalam webinar ini untuk berbagi cerita selama menempuh studi di program pascasarjana. Yosephine, salah satu alumni Program Magister Fisika UGM yang juga tergabung dalam Double-Degree Program, bercerita sempat mengalami kendala perihal keberangkatan ke Kanazawa University beberapa bulan karena karantina.

Pengalaman paling berkesan ketika mengikuti DDP adalah bisa tahu culture pendidikan di sana dan bisa menambah relasi. Hal tersebut membuka kesempatan saya untuk lanjut pendidikan doktoral di Jepang”, tutur Yosephine.

Walaupun remote, saya sangat terbantu oleh dosen terutama promotor dan juga tendik yang responsif. Proses birokrasi sudah banyak dipangkas di Program Doktor, sehingga bisa lebih fokus ke substansi”, ujar Ravidho, mahasiswa program doktor by research.

Sesi sharing bersama Kepala Program Studi Magister & Doktor, mahasiswa serta alumni

Bincang seputar riset (Research Talk) dibuka oleh Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. yang membawakan topik menarik “Dari Fisikawan menjadi CEO: Meraih Gelar Pascasarjana Fisika untuk Memimpin Inovasi dalam Startup Teknologi” Beliau menyampaikan bahwa sebagai fisikawan terdapat beberapa basic skill yang dapat diperdalam untuk menjadi bekal dalam dunia start-up, seperti deep understanding, problem-solving prowess, research and development, ketajaman interdisipliner, kefasihan dengan teknologi, serta critical thinking. Diharapkan melalui program magister dan doktor Fisika UGM dapat melahirkan ‘chief’ untuk mengembangkan embrio-embrio startup.

Dr. Eng. Rinto Anugraha NQZ, S.Si., M.Si. lanjut memaparkan topik “Some Applications of Computational Physics in Fields Outside of Physicspada sesi Research Talk kedua. Beliau menjelaskan bahwa computational physics dapat diterapkan dalam berbagai bidang termasuk bidang di luar fisika, seperti astronomi posisi, light pollution, dinamika opini dalam sosiofisika, serta ekonofisika.

Penyampaian materi pada sesi Research Talk oleh Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. dan Dr. Eng. Rinto Anugraha NQZ, S.Si., M.Si.

Sharing session dan Research Talk pada webinar ini merupakan upaya yang mendukung SDG’s pilar ke-4, pilar ke-9, serta pilar ke-11. Peserta diajak untuk mengenal lebih jauh seputar Program Pascasarjana Fisika UGM dalam rangka mendukung pendidikan yang berkelanjutan termasuk membangun berbagai macam keterampilan selama masa studi. Melalui seminar ini juga diharapkan lulusan Program Pascasarjana UGM nantinya dapat meningkatkan industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan baik melalui startup teknologi maupun perencanaan pembangunan yang lain.

 

 

Author: Rafida Salma Rahmawati

Photos: HMPF UGM

Fikhri Astina Tasmara : Mahasiswa Doktor Fisika Berkontribusi dalam Riset Imaging di Tohoku University, Jepang

Seorang mahasiswa doktor fisika berhasil menyelesaikan program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melalui beasiswa PMDSU (Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul). Dalam program ini, mahasiswa tersebut mendapat kesempatan menjadi visiting researcher di Graduate School of Biomedical Engineering, Tohoku University, Jepang, selama enam bulan, mulai November 2023 hingga April 2024.
Di bawah bimbingan Prof. Saijo, yang dikenal dengan kepakarannya dalam pengembangan modalitas imaging, khususnya Photoacoustic Imaging (PAI) dan Photoacoustic Microscopy (PAM), mahasiswa ini melakukan riset pada dua topik utama. Pertama, penelitian bertajuk “Photoacoustic Imaging for Dental Caries Detection Using 532 nm Nd:YAG Laser,” yang berfokus pada pemanfaatan PAI untuk deteksi karies gigi. Kedua, penelitian bertema “Trends and Developments in 3D Photoacoustic Imaging Systems: A Review of Recent Progress,” yang membahas perkembangan terbaru dalam sistem imaging 3D berbasis photoacoustic.

Hasil dari penelitian kedua telah berhasil dipublikasikan di jurnal Medical Engineering & Physics, sementara paper untuk penelitian pertama saat ini masih dalam proses submission. Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi imaging, khususnya dalam bidang kesehatan dan kedokteran gigi.
Selain melakukan riset, mahasiswa ini juga berpartisipasi dalam 390th Acoustic Engineering Research Group Symposium yang diselenggarakan oleh Tohoku University Research Institute of Electrical Communication, Jepang, pada Januari 2024. Dalam simposium ini, ia mempresentasikan teknik PAI untuk deteksi karies gigi serta berpartisipasi aktif dalam diskusi ilmiah yang melibatkan berbagai peneliti dari Jepang dan negara lainnya.
Keikutsertaan dalam program PKPI ini tidak hanya meningkatkan kualitas penelitian tetapi juga memperluas jaringan kolaborasi internasional antara peneliti Indonesia dan Jepang. Diharapkan, penelitian yang telah dilakukan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan teknologi imaging serta membuka peluang kerja sama lebih lanjut di masa mendatang.

Penulis : Ahmad Fathan
Foto : Fikhri Astina Tasmara

I Kadek Hariscandra Dinatha: Pengalaman Belajar di Shanghai untuk Pengembangan 3D Printed Biocomposite

Akhir tahun 2023, I Kadek Hariscandra Dinatha, mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan program doktoral, mendapatkan kesempatan emas untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman akademisnya melalui Program Peningkatan Kualitas Publikasi International (PKPI) Sandwich-like. Selama program yang berlangsung dari 4 Desember 2023 hingga 31 Mei 2024 ini, Hariscandra belajar di Shanghai Institute of Ceramics, Chinese Academy of Science, Shanghai, China.

Dalam kesempatan ini, Hariscandra bekerja di bawah bimbingan Prof. Chengtie Wu, seorang ahli bioceramics terkemuka, di grup riset yang fokus pada pengembangan scaffold 3D printed berbasis biokomposit dari natural biowaste HA untuk regenerasi tulang. Topik penelitian ini sangat relevan dengan studi doktoralnya di Indonesia dan memberikan peluang bagi Hariscandra untuk melakukan eksperimen lanjutan mengenai bioceramics dan teknik kultur sel.

Selama di Shanghai, Hariscandra tidak hanya memperoleh keterampilan praktis dalam pembuatan material 3D printing bioceramic dan eksperimen hewan coba, tetapi juga mendapatkan wawasan lebih dalam tentang uji in vitro menggunakan stem-cell. Keahlian dan pengetahuan yang diperoleh di sana diharapkan dapat menunjang tugas akhir penelitian Hariscandra di Indonesia.

Pengalaman tak terlupakan lainnya adalah saat Hariscandra diterima dengan hangat oleh rekan-rekannya, bahkan diajak berkunjung ke kampung halaman salah seorang teman di desa Wuling, Zhejiang Province. Di sana, Hariscandra bisa merasakan secara langsung budaya kerja keras, persisten, dan ambisius yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Tiongkok. Pengalaman budaya ini memberikan inspirasi bagi Hariscandra untuk lebih tekun dan berdedikasi dalam menyelesaikan program doktoralnya di Indonesia.

Hariscandra berharap, pengalaman yang didapatkan di China ini dapat mendorongnya untuk berkontribusi lebih besar dalam dunia riset dan publikasi internasional, serta mewujudkan tujuannya untuk memperkenalkan inovasi di bidang rekayasa jaringan di tanah air.

Seperti yang dikatakan dalam pepatah, “Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China,” Hariscandra membuktikan bahwa belajar di luar negeri dapat menjadi batu loncatan penting dalam memperkaya pengetahuan dan membuka peluang baru dalam karier akademis.

Penulis : Ahmad Fathan
Foto : I Kadek Hariscandra Dinatha